Anas bin Malik r.a berkata : Nabi s.a.w pernah datang ke Madinah sedangkan penduduknya memiliki dua hari raya. Pada kedua2nya mereka bermain2 (bergembira) di masa jahiliah. Lalu baginda bersabda : "Sesungguhnya Allah telah menggantikan kedua2nya bagi kamu semua dengan dua hari yang lebih baik, iaitu Hari Raya Aidiladha dan Aidilfitri." - Hadis riwayat Al-Nasaai, No : 959. Oleh itu, umat Islam wajib membataskan diri dengan menyambut hari2 perayaan yang diikhtiraf oelh Allah dan Rasul-Nya. Setelah berakhirnya zaman Salafussoleh (3 kurun terbaik umat Islam), beberapa perayaan telah di tambah dalam kalendar umat Islam seperti Mawlid al-Rasul, Isra' Mi'raj, Maal Hijrah dan Nuzul Al-Quran.
Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari.
"VALENTINE" juga adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga kita Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..
-
Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus dalam Kesyirikan dan Kemaksiatan ”Valentine” sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, Tuhan orang Romawi. Oleh karena itu disedari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “To Be My Valentine”, bererti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.
- Merayakan Valentine Sama Artinya Meniru-niru Orang Kafir Rasulullah SAW bersabda: مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [hal. 1/269]
- Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman Allah SWT berfirman: وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا “Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan2 yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” [QS. Al-Furqaan (25) : 72]
- Telah jelas bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadaptasi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya bererti telah meniru2 mereka. Valentine jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh karena itulah , berpegang kepada akal rasional manusia semata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam (Allah), maka ia akan tertolak.
p/s :
Perhatikanlah Firman Allah :
“...dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.
“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.
Firman Allah :
“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”. [QS.An-Nisaa’ (4) : 69]
Semoga Allah memberikan kepada kita hidayah-NYA dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajaran-NYA. Semoga Allah membimbing kita semua dan menjaga kita di jalan yang lurus...
p/s :
Perhatikanlah Firman Allah :
“...dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.
“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.
Semoga Allah memberikan kepada kita hidayah-NYA dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajaran-NYA. Semoga Allah membimbing kita semua dan menjaga kita di jalan yang lurus...
