Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Bikum

Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Bikum

Monday, August 16, 2010

Warna2 persahabatan



Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar. Semua menganggap dirinyalah yang terbaik, yang paling penting, yang paling bermanfaat dan yang paling disukai.


HIJAU berkata:

"Jelas akulah yang terpenting.
Aku adalah petanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua haiwan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas... "

BIRU menginterupsi:
"Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudera luas. Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan. Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"

KUNING cekikikan:

"Kalian semua serius amat sih? Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning. Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."

ORANGE menyusul dengan meniupkan trompetnya:

"Aku adalah warna kesihatan dan kekuatan.
Aku jarang, tetapi aku berharga kerana aku mengisi keperluan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin-vitamin terpenting.
Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan papaya. Aku tidak ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam. Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorang pun dari kalian akan terbetik di pikiran orang."

MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak:
"Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu kuasa. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy."

UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu. Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan :
"Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan.
Raja, Pemimpin dan para Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan. Tidak seorangpun menentangku.
Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku."

Akhirnya NILA berbicara lebih pelan dari yang lainnya, namun dengan
kekuatan niat yang sama:
"Pikirkanlah tentang aku.
Aku warna diam. Kalian jarang memperhatikan adaku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal. Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut. Kalian memerlukan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketenteraman batin."

Jadi, semua warna terus menyombongkan diri,
masing-masing yakin akan superioritas dirinya. Perdebatan mereka menjadi semakin keras.

Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan.
Guruh menggelegar. Hujan mulai turun tanpa ampun. Warna-warna bersedeku bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.

Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara:
"WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus,unik dan berbeda? Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!"

Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang kemudian berkata:
"Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian. Pelangi adalah petanda Harapan hari esok."

Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat Pelangi
memunculkan diri di angkasa marilah kita MENGINGAT untuk selalu MENGHARGAI satu sama lain.

MASING-MASING KITA MEMPUNYAI SESUATU YANG UNIK. KITA SEMUA DIBERIKAN KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DI DUNIA DAN SAAT KITA MENYEDARI PEMBERIAN ITU, LEWAT KEKUATAN VISI KITA, KITA MEMPEROLEH KEMAMPUAN UNTUK MEMBENTUK MASA DEPAN ....

Persahabatan itu bagaikan pelangi:

Merah bagaikan buah epal, terasa manis di dalamnya.

Jingga bagaikan kobaran api yang tak akan pernah padam.

Kuning bagaikan mentari yang menyinari hari-hari kita.

Hijau bagaikan tanaman yang tumbuh subur.

Biru bagaikan air jernih alami.
Ungu bagaikan kuntum bunga yang merekah.

Nila-lembayung bagaikan mimpi-mimpi yang mengisi kalbu.

sumber : email

p/s :
Tak perlu mencari teman secantik BALQIS, andai diri tak sehebat SULAIMAN. Mengapa mengharap teman setampan YUSOF, jika kasih tak setulus ZULAIKHA. Tak perlu mencari teman seteguh IBRAHIM, andai diri tak sekuat HAJAR dan mengapa didamba teman hidup sesempurna MUHAMMAD, jika ada keburukan pada dirimu.

''Kawan yang paling baik ialah seseorang yang anda boleh duduk di dalam buaian dan berbuai bersama tanpa berkata apa-apa pun dan kemudian berjalan pulang dengan perasaan bahawa itulah perbualan yang paling hebat yang pernah dialami. Memang benar yang kita tidak akan tahu apa yang telah kita punyai sehinggalah kita kehilangannya dan juga benar bahawa kita tidak tahu apa yang kita rindukan sehinggalah 'ia' datang...''

Related Articles :


Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

4 comments:

amira said...

semua orang ada kelebihan dan kekurangan..kelebihan itu menutupi kekurangan orang lain,,

sarina izryn said...

itulah kesempurnaan dalam titik persahabatan...mudah2an

Yan said...

akak suka akan biru.. tak sangka begitu kuat peranannya..

sarina izryn said...

Wah !! selera kak yan sama dengan saya.....apepun saya suka kan warna2 alam...cantik....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Sahabat2 Setia

izryn's blog Copyright © 2010 Premium Wordpress Themes | Website Templates | Blogger Template is Designed by Lasantha.