Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Bikum

Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Bikum

Wednesday, July 14, 2010

Kisah pengemis


Pada suatu hari sepasang suami isteri sedang makan bersama di rumahnya.Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan si pengemis itu, si isteri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu.

Tetapi sebelumnya, sebagai seorang wanita yang taat dan patuh kepada suaminya, di
a meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya,“Wahai suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu?”Rupanya suaminya memiliki karakter yang berbeda dengan wanita itu. Dengan suara lantang dan kasar menjawab,“Tidak usah! Usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!”

Si wanita terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia berlalu dan kecewa.Pada suatu hari, perdagangan lelaki ini jatuh bankrap. Kekayaannya habis dan dia menderita menanggung hutang. Selain itu, kerana ketidakserasian sifat dengan isterinya, rumahtangganya berantakan sehingga terjadilah perceraian.

Tak lama sesudah habis masa edahnya, bekas isteri lelaki itu menikah lagi dengan seorang pedagang di kota dan hidup bahagia.Satu ketika, wanita itu sedang makan dengan suaminya (yang baru), tiba-tiba dia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintunya dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya,“Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?” Suaminya menjawab, “Berikan makan pengemis itu!”.

Setelah memberi makanan kepada pengemis itu isterinya masuk ke dalam rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan hairan bertanya kepadanya,“Mengapa engkau menangis? Apakah engkau menangis kerana aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?”. Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih,“Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan takdir yang sungguh menakjubkan hatiku. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada di luar itu? Dia adalah suamiku yang pertama dulu”.

Mendengar keterangan isterinya demikian, sang suami sedikit terkejut, tapi segera dia balik bertanya,
“Dan engkau, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini? Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!”.

sumber : riza saffiya fb

Related Articles :


Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

2 comments:

amira said...

inilah hikmah sedekah
jangan bakhil..
tq tazkirah ni..

sarina izryn said...

sama2 Mira....semoga menjadi amalan kita bersama....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Sahabat2 Setia

izryn's blog Copyright © 2010 Premium Wordpress Themes | Website Templates | Blogger Template is Designed by Lasantha.