Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Bikum

Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Bikum

Wednesday, June 30, 2010

Kisah cinta. waktu dan kawan



Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada CINTA, KESEDIHAN, KEKAYAAN, KEGEMBIRAAN dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau
itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan kerana ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kaki CINTA.

Tidak lama kemudian CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu. “KEKAYAAN-KEKAYAAN, tolong aku!” teriak CINTA. “Aduh, maaf, CINTA!” kata KEKAYAAN, “Perahuku penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagi pula tak ada tempat lagi di perahuku ini untukmu.

"CINTA sedih sekali, namun kemudian ia melihat KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya. “KEGEMBIRAAN! Tolong aku!”, teriak CINTA. Namun KEGEMBIRAAN terlalu gembira kerana ia menemukan perahunya sehingga ia tak mendengar teriakan CINTA. Air makin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik.

Tak lama kemudian lewatlah KECANTIKAN. ‘KECANTIKAN! Bawalah aku bersamamu,” kata CINTA. “Waaah ! CINTA, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.’ Sahut KECANTIKAN. CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis teresak-esak.

Saat itu lewatlah KESEDIHAN. “Oh, KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu,’ kata CINTA. “Maaf CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja …” kata KESEDIHAN sambil mengayuh perahunya. CINTA putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, “CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!” cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.
Di pulau terdekat, pengemudi perahu itu menurunkan CINTA dan segera pergi. Pada saat itu barulah CINTA sedar bahawa ia sama sekali tidak tahu siapa yang berada di perahu yang menyelamatkannya itu. CINTA mahu tahu siapa gerangan pengemudi perahu itu, dan ia menanyakanya kepada orang tua di pulau itu. “Oh, pengemudi perahu itu tadi? Dia adalah WAKTU.” Kata orang tua itu. “Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku,” Tanya CINTA heran. “Sebab,” kata orang itu, “hanya WAKTU lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari CINTA itu …”

Kemudian pada suatu hari CINTA dan KAWAN berjalan dalam satu kampung…
Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam telaga…
Kenapa??
Kerana CINTA itu buta..Lalu KAWAN pun ikut terjun dalam telaga…
Kenapa??
Kerana… KAWAN akan buat apa sahaja demi CINTA !!
Didalam telaga CINTA hilang…
Kenapa??
Kerana… CINTA itu halus, mudah hilang kalau tak dijaga,sukar dicari apatah lagi dalam telaga yang gelap..Sedangkan KAWAN masih lagi tercari-cari dimana CINTA dan terus menunggu..
Kenapa??
Kerana… KAWAN itu sejati dan akan kekal sebagai KAWAN yang setia… kan ?? so, hargai lah KAWAN kita selagi dia masih ada bersama kita.

Related Articles :


Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Sahabat2 Setia

izryn's blog Copyright © 2010 Premium Wordpress Themes | Website Templates | Blogger Template is Designed by Lasantha.